(Jasad, Jisim, Ruh)

Salam Saudara..
Lagi-lagi ingin membahas sebuah topik yang tak ada habisnya untuk dibahas. Jasad, Jisim, dan Ruh, mereka adalah penyusun manusia, ketiganya hidup, ketiganya, mempunyai tugasnya masing-masing, dan ketiganya adalah satu.
Jika diibaratkan sebuah kendaraan, saya ambil contoh mobil, ketika mobil dinyalakan, namun tidak ada seorang supir di dalamnya, apakah mobil itu masih tetap akan menyala? ya tentu masih, namun mobil itu tidak akan dapat bergerak kemanapun, begitu pula dengan manusia, banyak yang berfikiran bahwa ketika ruh meninggalkan jasad manusia akan mati, tapi pada kenyataannya bagi sebagian orang yang diberikan izin untuk melakukan perjalanan ruh orang itu bukan mati, namun jasadnya hanya tidak dapat bergerak atau cara gampangnya ia sedang tertidur, namun tidak tidur. Ruh tadi diibaratkan sebagai supir bagi kendaraan jasad dan jisim.

Sejatinya ruh manusia dilahirka ke bumi ini adalah dalam kondisi beriman, tanpa diajari masalah keimanan pun, ruh manusia sudah beriman, namun nafsu kita yang ada di bagian jisim yang menutupi dan menjadi hijab, sehingga ada istilah tidak beriman. Untuk membatasi ruang gerak nafsu maka muncullah hukum, untuk memenuhi kebutuhan jasad maka dilakukanlah kewajiban sesuai dengan tuntunan agama. Ruh, yang bertugas sebagai pemimpin bagi jasad dan jisim.

Bersambung…

Iklan
Dipublikasi di Uncategorized | 5 Komentar

Separuh Tubuhku Terbakar Api Neraka

Salam Saudara..
Kisah ini mungkin bisa dibilang tidak masuk akal jika akal yang menterjemahkan, namun akan sangat nyata jika rahmat yang menjabarkan.

Dulu waktu kita di sekolah dasar, mungkin sebagian besar dari kita sering diberi suati pemahaman, bahwa kita pasti masuk surga tapi untuk melebur dosa kita, maka kita harus disiksa dulu di dalam neraka, pemahaman seperti itu menurut kami ya seperti suatu pernyataan yang membingungkan.

Jadi kira-kira seperti ini ceritanya. Ada seorang musafir atau bisa dibilang ia adalah seorang yang tengah mencari jalan menuju keabadian di akhirat sebut saja namanya fulan. Fulan adalah seorang remaja yang tengah menginjak dewasa, ia memulai pencariannya ketika ia masih berusia 13 tahun. Di usianya yang masih sangat belia mau tidak mau ia harus berteman dengan orang-orang yang usianya jauh di atasnya, dan sejak saat itu ia mulai tahu apa yang harus dikerjakan dan apa yang harus ia tinggalkan. Singkat cerita, pada usia 22thn, ia bertemu dengan seorang telah memecahkan semua misteri kehidupan, “tidak ada inisial untuk nama beliau”. Keduanya pun mulai bercengkrama dengan sangat asyik. seketika saja si fulan terdiam ketika Tuan itu memandang wajahnya dan bertanya kepada si fulan “fulan, apakah kapal yang kau kemudikan di jalurnya saat ini sudah pernah tenggelam sebelumnya?”, Fulan terdiam sejenak, kemudian muncul jawaban dari bibirnya “iya tuan, saya pernah sekali ingin berpaling dari pencarian panjang ini, saya terbuai dengan arus keduniawian, saat itulah kapal ini tenggelam di sapu gelombang”. Seketika itu pula Fulan diberi kewenangan untuk melihat bagaimana separuh dari tubuhnya yang saat ini tengah dibakar oleh api neraka. Fulan meneteskan air mata, Tuan itu berkata pada si fulan, “Perjalananmu akan berat wahai fulan, sekarang fikirkanlah bagaimana caranya dirimu tidak terbakar dan keluar dari tempat itu”.

Sebelum sampai pada tujuan, jangan pernah sekali-kali menoleh atau bahkan terbuai dengan hal-hal yang bukan merupakan tujuan, karena kesempatan tidak akan datang dua kali, kalaupun ada maka pasti akan terasa sangat berat untuk melangkah kembali.

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

Setitik Cahaya itu Bernama “Ba” (Lanjutan)

Di manakah sebenarnya letak titik ba’ itu berada?? Tentu saja di huruf ba’, hehehe. Sebenarnya titik ba’ adalah perwujudan Ghaib dari sebuah cahaya, cahaya di atas cahaya. Tanpa kacamata rahmat, manusia tidak akan mampu untuk memandang cahayanya. Titik itu berada di dalam diri manusia, “ing jeroning garbo”(bhs jawa) yang artinya di dalam rongga dada kita. Cahaya itu bukanlah cahaya yang besar, jika kita melihat satu bintang di langit, yaa seperti itulah titik itu. Titik itulah yang akan memberi petunjuk, disebut sebagai guru, ialah guru sejati, disebut sebagai penuntun, ialah yang akan menuntun menuju jalan yang diridhoi. “Al-Quran teles” (bhasa jawa), yang artinya petunjuk yang hidup dan wujud. Lalu pertanyaannya, apakah setiap manusia bisa memiliki titik tersebut?. Saya telah bertanya kepada beberapa tokoh agama atau sebutannya Kyai, mereka rata-rata menjawab “saya tidak paham ilmu setinggi itu” ada pula yang tidak mau menjawab dan ada pula yang mejawab “itu hanya orang tertentu, dan itu hidayah”. Tapi untungnya Dia maha adil, setiap manusia pasti bisa, syaratnya hanya satu, yaitu “MAU”, mau untuk menggali, mengejar, dan bersabar.

“Setiap manusia berhak mendapatkan cahaya itu, asalkan ia mau”

Kemudian mari kita tinjau titik ba’ ini dalam sebuah kalimat yang tak lagi asing bagi kita, yaitu kalimat “Bismillah”.(maaf, males cari tulisan arabnya). Yang artinya adalah “Dengan menyebut nama Allah” yang maknanya adalah, dengan selalu bergandengan, selalu memuji, selalu rangkulan(kata lagunya Gus Dur) di manapun, kapanpun, dan dalam keadaan apa saja. Tanpa titik itu kalimat itu tidak akan hidup, tanpa titik itu tidak akan bisa kita selalu bergandengan dengan Dia, karena sudah jelas, Allah membimbing cahayaNya sendiri. Namun apabila kalimat Bismillah itu dapat hidup karena titik ba’ tersebut, maka tentu saja rahman dan rahim akan senantiasa mengaliri kehidupan kita “Bismillaahirrahmaanirrahiim”.

“manusia pada hakikatnya dikatakan hidup, apabila ia memiliki titik itu di dalam dirinya”

SALAM

Penulis

Dipublikasi di Uncategorized | 6 Komentar

Mengupas Film “SUNAN KALIJAGA”

Salam Dulur-dulur, saudara-saudara, di manapun kalian berada. Dulur pasti masih ingat kan ama film sunan kalijaga yang diperankan oleh kang dedi mizwar? film ini pertama kali diputar pada tahun 1984 dan sampai sekarang banyak sekali misteri yang tersembunyi di balik film tersebut. Saya di sini tidak akan menceritakan satu persatu detail filmnya dari awal, namun akan saya ambil bagian-bagian yang saya fikir merupakan inti dari cerita sunan kalijaga.

1. Ketika Sunan kalijaga mendapat sebuah petunjuk untuk mencari sebuah tongkat sebagai petunjuk jalan, dan emas pada tangkainya yang selalu tergenggam. Kalau dihubungkan dengan ilmu islam, tongkat adalah lambang dari petunjuk arah, pemantap langkah dalam menempuh laku perjalanan, atau dengan kata lain tongkat adalah lambang dari ketauhidan, sedangkan emas yang selalu tergenggam adalah perlambangan dari keimanan, hanya dengan keimanan baru kita dapat beribadah. Namun bukan berarti setiap orang harus memiliki tongkat seperti yang ada di film tersebut, ambil hakekatnya saja dulur.

2. Ketika sunan kalijaga mengejar sunan bonang di padang pasir, kemudian ia terkena pusaran tanah dan tersedot hingga ke dasar yang ternyata di dasarnya ada sebuah sumber mata air. Untuk para pencari ilmu abadi pasti tau bahkan sebagian mungkin ada yang pernah mengalami secara ruhani. Ini merupakan tahap awal penyucian raga. Sebenarnya di dalam mata air itu tidak sampai terombang-ambing seperti itu, airnya tenang dan sangat jernih, bahkan dasarnya dapat terlihat.

3. Sunan kalijaga meminta wejangan ilmu yang disebut “Titik Ba'”, Mengapa disebut titik ba’, coba kita lihat kalimat “Bismillahirrahmaanirrahiim” perlu sebuah titik pada huruf ba’ sehingga kalimat itu dapat hidup, pada kata “Bis” yang berarti “dengan” kalau diartikan selalu gandeng dengan Gusti, barulah Rahman, Rahimnya mengalir. Sebetulnya inti dari film ini ada di bagian ini, Titik Ba’, Ba’ adalah ilmu yang abadi, Ba kalau dilanjutkan Baqa’ yang artinya kekal, sedangkan yang kekal hanya satu. Jadi ilmu itu sangat luar biasa dulur.

4. Malaikat, Jin, Setan duduknya ada di dalam Qalb, manusia memang memiliki unsur-unsur tersebut, sifat-sifat tersebut harus dipupus, ditundukkan, di dalam film sunan kalijaga diperintahkan untuk mengubur diri hidup-hidup, tapi menurut saya, tidak perlu sampai melakukan kubur diri, yang diperlukan hanyalah, menjadikan sifat-sifat itu seolah-olah mati, sehingga hanya nur yang mengatur hidup ini, tidak perlu dimatikan, karena dalam ajaran agama dilarang membunuh hanya menundukkan. Setelah seorang hamba senantiasa dikuasai cahaya di setiap menjalani hidupnya, barulah Titik itu diberikan. Diletakkan di dalam anfus, yang letaknya kira-kira tiga jari di bawah dada kiri. Cahaya setitik yang gemerlapan seperti bintang di langit.

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Setitik Cahaya itu Bernama “Ba”

dikutip dari sebuah kisah perjalanan seorang yang telah memecahkan misteri inti kehidupan

akan saya mulai cerita ini dengan kata “manusia”, ada sebuah potongan kalimat yang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang paling sempurna, mengapa dikatakan demikian? kalau jawabannya karena manusia mempunyai akal dan nafsu saya rasa mereka yang masih kecil pun tahu jawabannya. Yaa, mungkin cerita ini bisa membantu anda-anda untuk memahami di mana letak kesempurnaan manusia yang sesungguhnya.

SALAM

Ada sebuah ikrar yang pernah kita ucapkan di hadapan sang pencipta, “SAYA SANGGUP” seperti itulah kata-kata yang mungkin sebagian besar dari manusia sudah lupa bahwa ketika berada di alam rahim kalimat itu pernah lantang diucapkan di hadapanNya. Maka lahirlah kita ke alam dunia, masih dalam hitungan detik saja berada di alam dunia mereka para bayi langsung menyesal, andai mereka bisa berbicara mungkin mereka akan berteriak “waduh gusti kok semrawut ngeten ndunyoe panjenengan, njenengan pendhet male pun gusti” hahaha,, Terlambat sudah, kita saat ini tengah terjebak dalam sebuah medan perang di mana perangnya tak kunjung usai dan musuhnya tak akan pernah habis karena lawannya adalah bagian dari diri kita masing-masing, dan saya yakin di dasar hati anda sekalian ada rasa rindu untuk kembali kepada rumah asal anda yaitu tempat di mana sebelum kita ditiupkan ke dalam rahim ibunda kita. MATI?? Tenang saja, tidak ada kata mati untuk manusia, karena apa, karena kita telah berjanji dengan kalimat “SAYA SANGGUP” sanggup untuk mengembalikan apa yang telah dititipkan kepada kita. Titipan itulah yang akan menjadi topik untuk cerita ini.

”selalu asah dan arahkan mata pedang, karena selama di dunia perang ini tak akan ada habisnya”

satu per satu seiring dengan berkembangnya akal dan nafsu kita, tabir atau hijab telah menutupi hingga menghilangkan setitik cahaya yang seharusnya menjadi alat penerang untuk dapat kembali pulang. Keadaan itu justru tidak membuat kita bangkit menyibak satu per satu tabir itu namun sebaliknya justru kita semakin larut dan menjadikan akal dan nafsu kita sebagai alat penuntun kita. Kita menganggap bahwa dunia inilah tujuan akhir perjalanan kita, maka sebagian besar dari manusia berlomba untuk dapat menguasai dunia ini, padahal sudah jelas dikatakan oleh ajaran apa saja bahwa tujuan utama dari manusia “seharusnya” adalah kembali kepada Tuahannya.

“Jangan jadikan apa yang ada di dunia ini sebagai penghalang kita menuju keabadian, tapi jadikanlah apa yang ada di dunia ini menjadi pemacu kita menuju keabadian”.

Ambillah sebuah pena kemudian sentuhkan ujungnya ke permukaan kertas, pasti akan terbentuk sebuah titik, dari titik itu terserah akan kita jadikan gambar dan bentuk apa goresan pena itu. kira-kira seperti itulah gambaran tentang titik yang terdapat dalam diri manusia. Ketika seseorang telah mengenal titik itu, apapun mampu ia raih, karena bukan ia yang mengejar tapi apa-apa yang ada di dunia inilah yang senantiasa mengejar ia. Mari bersama kita sibak satu persatu tabir yang menutupi jalan kita menuju keabadian, tabir yang terbentuk oleh akal dan nafsu kita, tabir yang mulanya ada maka pada akhirnya harus tidak ada.

“Berawal dari sebuah titik, maka akan berakhir pada sebuah titik pula”

SALAM

Penulis

8 Agustus 2011

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Info Link Untuk Saudara-saudara

Salam sejahtera untuk bangsa Indonesia. Kami hanya ingin berbagi informasi kepada saudara sekalian tentang sebuah web yang sungguh sangat menarik. tidak ada unsur materiil di dalamnya. Ingat, jangan melihat dari aliran atau ajaran apa mereka, tapi lihat dan pelajari isinya. Semoga bermanfaat.
http://www.nurmuhammad.com/NewsEvents/nurmuhammadnaqshbandinews.html

Berisi tentang jagad raya mulai awal hingga akhir.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Agar ROKOK Bermanfaat

Salam untuk seluruh jagad.

Kita pasti tidak asing lagi dengan benda yang satu ini khususnya kaum lelaki, yap! Rokok, merupakan sesuatu yang identik dengan kaum pria, namun dewasa ini rokok diidentikkan dengan kata Haram. Memang rokok dapat mengganggu kesehatan jika kita terlalu sering mengkonsumsinya, namun ada cara agar rokok yang kita hisap menjadi membawa manfaat. Bagaimana? begini saudara sekalian, segala sesuatu yang kita lakukan dilihat Allah dari niat kita, alangkah bermanfaatnya kalu rokok kita jadikan sebagai alat pengingat untuk senantiasa berdzikir dan bershalawat, jadi tidak untuk bergaya lagi kita menghisap rokok, namun jadikan segala sesuatu sebagai alat pacu kita untuk senantiasa memuji kepadaNya.

Dipublikasi di Uncategorized | 4 Komentar

Wali Allah?

Salam saudara-saudara di seluruh nusantara, izinkan kami untuk mengucap kalimat “selamat tahun baru islam, semoga menjadi awal yang indah bagi kita semua”. Pada kesempatan yang begitu mulia ini kami ingin berbagi pengetahuan tentang sesuatu yang telah lama dan sampai sekarang tetap ada.

SIAPAKAH WALI ALLAH?

أَلاَ إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿٦٢﴾ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ

(Ertinya): “Ketahuilah sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati, iaitu orang-orang yang beriman dan mereka senantiasa bertaqwa”. (QS. Yunus: 62-63)

Wali Allah adalah seorang insan yang telah mengenal dan dekat dengan Tuhannya, atau dalam bahasa jawa sudah “nyawiji”, yang artinya telah menjadi satu, apakah kalau menyatu dengan Allah maka ia menjadi Tuhan? tentu saja bukan seperti itu. Seorang mendapat gelar wali Allah bukan manusia yang memberi gelar, tapi Allah sendiri, biasanya Wali mempunyai karomah atau kelebihan yang tidak diduga-duga. Nah, hati-hati dalam mengartikan karomah, karomah merupakan pemberian dari Allah dan biasanya karomah hanya terjadi satu kali dan tidak akan berkali-kali, kalau sampai terjadi berkali-kali berarti bukan karomah, tapi itu sudah ilmu dan dengan daya upaya nafsu dan akal. Seorang yang menyandang gelar wali akan senantiasa menghabiskan waktunya untuk memuji Allah di manapun, kapanpun, dan dalam kondisi apapun, segala urusan keduniawian telah ditanggung oleh Allah maka tentu saja ia tidak akan pernah terpikir akan urusan keduniawian, termasuk perasaan susah, sedih, dan kekhawatiran, hanya cinta hingga gila akan Allah yang ia pegang. Ketika seorang menyandang gelar wali perkataannya hampir menjadi kenyataan, itulah yang disebut “nyawiji”, karena lidah Allah berada di atas lidahnya. Apakah kita wajib mencintai wali Allah? karena Wali Allah tidak semuanya bisa ketahui artinya ada yang mashur dan ada yang mastur maka alangkah indahnya jika cinta ini kita tujukan kepada Allah dan Muhammad, pasti kita akan dikumpulkan dengan orang-orang yang dicintaiNya.

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

ASYURA

Hari Asyura (عاشوراء ) adalah hari ke-10 pada bulan Muharram dalam kalender Islam. Sedangkan asyura sendiri berarti kesepuluh.

Hari ini menjadi terkenal karena bagi kalangan Syi’ah dan sebagian Sufi merupakan hari berkabungnya atas kesyahidan Husain bin Ali, cucu dari Nabi Islam Muhammad pada Pertempuran Karbala tahun 61 H (680). Akan tetapi, Sunni meyakini bahwa Nabi Musa berpuasa pada hari tersebut untuk mengekspresikan kegembiraan kepada Tuhan karena kaum Yahudi sudah terbebas dari Fira’un (Exodus). Menurut tradisi Sunni, Muhammad berpuasa pada hari tersebut dan meminta orang-orang pula untuk berpuasa.

Pada masa pra-Islam, ‘Asyura diperingati sebagai hari raya resmi bangsa Arab. Pada masa itu orang-orang berpuasa dan bersyukur menyambut ‘Asyura. Mereka merayakan hari itu dengan penuh suka cita sebagaimana hari Nawruz yang dijadikan hari raya di negeri Iran.

Dalam sejarah Arab, hari ‘Asyura (10 Muharram) adalah hari raya bersejarah. Pada hari itu setiap suku mengadakan perayaan dengan mengenakan pakaian baru dan menghias kota-kota mereka. Sekelompok bangsa Arab, yang dikenal sebagai kelompok Yazidi, merayakan hari raya tersebut sebagai hari suka cita.

Tanggal 10 Muharram 61 H atau tanggal 10 Oktober 680 merupakan hari pertempuran Karbala yang terjadi di Karbala, Iraq sekarang. Pertempuran ini terjadi antara pasukan Bani Hasyim yang dipimpin oleh Husain bin Ali beranggotakan sekitar 70-an orang melawan pasukan Bani Umayyah yang dipimpin oleh Ibnu Ziyad, atas perintah Yazid bin Muawiyah, khalifah Umayyah saat itu.

Pada hari itu hampir semua pasukan Husain bin Ali, termasuk Husain-nya sendiri syahid terbunuh, kecuali pihak perempuan, serta anak Husain yang sakit bernama Ali bin Husain. Kemudian oleh Ibnu Ziyad mereka dibawa menghadap Khalifah di Damaskus, dan kemudian yang selamat dikembalikan ke Madinah.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Surat ke-16 dalam Alquran adalah An Nahl yang berarti lebah. Secara khusus, surat Makkiyah tersebut dinamakan An Nahl atau lebah, karena pada ayat ke-68 terdafat firman Allah SWT yang berbunyi, ”Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.”

”… Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS An Nahl:69).

Madu adalah cairan yang lengket dan manis yang dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Madu lebih manis dari gula meja dan memiliki ciri-ciri kimia yang menarik untuk pemanggangan. Madu memiliki rasa yang berbeda yang membuat orang lebih menyukainya daripada gula dan pemanis lainnya.

Ya, lebah, manis, dan manis, itulah yang mungkin ada di benak kita apabila mendengar kata madu, namun siapa sangka di balik namanya tersimpan begitu banyak manfaat. Telah banyak ilmuwan yang membuktikan khasiat madu yang dapat digunakan untuk pengobatan berbagai macam penyakit, madu juga dapat membuat seseorang yang rutin mengkonsumsinya terlihat awet muda, bahkan madu juga dapat digunakan untuk kosmetik kecantikan. Sungguh Allah SWT tidak akan menciptakan sesuatu tanpa manfaat di dalamnya.

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar