Mengapa Harus?

Mengapa harus? Harus apa? judul yang aneh, memang saya bingung harus memberi judul apa untuk artikel ini. Tapi yang jelas isi dari artikel ini memang harus.

Semasa kanak-kanak pasti sebagian dari saudara sekalian mempunyai orang tua yang selalu mengingatkan agar kita senantiasa tidak lupa untuk berzikir dan bershalawat atau memuji, hal itu merupakan pesan dari seorang orang tua yang sangat dalam kepada anak-anaknya. Berzikir adalah memuji dengan sepenuh hati dan niat yang tulus kepada Tuhan kita Allah SWT, dimulai dari mengajari berdzikir mulai lisan dengan hitungan jumlah, kemudian ke hati, ke jiwa hingga ke dalam ruh. Memang perlu tahapan-tahapan untuk sebuah pencapaian, tapi lebih tepatnya itu bukan merupakan suatu pencapaian, namun itu merupakan bentuk rahmat dan syafaat. Dzikir sering kali disalahgunakan, artinya banyak orang yang berzikir tapi niatnya tidak tulus karena ia benar-benar mendambakanNya, namun hanya karena ingin mendapatkan kesejahteraan harta duniawi, jabatan, dan jodoh. Memang judulnya sama-sama berzikir, tapi ya apakah dunia ini akan kekal? tentu saja tidak. Dalam Al-Quran Allah berfirman “Bertasbih kepadaKu apa-apa yang ada di langit dan apa yang ada di alam semesta”. Apa-apa berarti semua yang ada di jagad ini tanpa pengecualian, hewan, pohon, batu, matahari, bulan, semuanya. Mereka semua senantiasa dan selalu berdzikir kepada Allah, mengapa manusia tidak? Manusia sungguh makhluk yang sangat sombong. Nabi Muhammad dan Semua Nabi senantiasa menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk memuji kapada Allah, apakah hanya para nabi yang bisa seperti itu? tentu saja tidak, Allah menciptakan manusia dengan takaran ruh yang sama tidak ada beda, yang mengatakan tidak bisa itu hanya akal kita, mengapa akal mengatakan seperti itu, karena akal tidak akan bertanggung jawab kelak di alam selanjutnya.

Bershalawat, bershalawat berarti memberi salam dan mendoakan junjungan kita Muhammad. Mengapa harus dilakukan? jawabnya sangat jelas, alam semesta ini dicipta karena Muhammad diciptakan, artinya semua ada karena syafaat Muhammad, dan kelak yang akan memberi syafaat adalah Muhammad. Memang Nabi Muhammad telah wafat, namun syafaatnya tetap mengalir hingga kelak di alam berikutnya. Shalawat dalam keadaan apapun pasti akan diterima, tapi alangkah nikmat dan indahnya bila itu semua dilandasi rasa cinta yang melebihi segalanya.

Semoga kita adalah orang-orang yang senantiasa mendapat syafaat Muhammad. Amiin.

 

Tentang danyalmim

saya berjuang untuk menjadi manusia
Pos ini dipublikasikan di Mengapa Harus?. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s