Setitik Cahaya itu Bernama “Ba” (Lanjutan)

Di manakah sebenarnya letak titik ba’ itu berada?? Tentu saja di huruf ba’, hehehe. Sebenarnya titik ba’ adalah perwujudan Ghaib dari sebuah cahaya, cahaya di atas cahaya. Tanpa kacamata rahmat, manusia tidak akan mampu untuk memandang cahayanya. Titik itu berada di dalam diri manusia, “ing jeroning garbo”(bhs jawa) yang artinya di dalam rongga dada kita. Cahaya itu bukanlah cahaya yang besar, jika kita melihat satu bintang di langit, yaa seperti itulah titik itu. Titik itulah yang akan memberi petunjuk, disebut sebagai guru, ialah guru sejati, disebut sebagai penuntun, ialah yang akan menuntun menuju jalan yang diridhoi. “Al-Quran teles” (bhasa jawa), yang artinya petunjuk yang hidup dan wujud. Lalu pertanyaannya, apakah setiap manusia bisa memiliki titik tersebut?. Saya telah bertanya kepada beberapa tokoh agama atau sebutannya Kyai, mereka rata-rata menjawab “saya tidak paham ilmu setinggi itu” ada pula yang tidak mau menjawab dan ada pula yang mejawab “itu hanya orang tertentu, dan itu hidayah”. Tapi untungnya Dia maha adil, setiap manusia pasti bisa, syaratnya hanya satu, yaitu “MAU”, mau untuk menggali, mengejar, dan bersabar.

“Setiap manusia berhak mendapatkan cahaya itu, asalkan ia mau”

Kemudian mari kita tinjau titik ba’ ini dalam sebuah kalimat yang tak lagi asing bagi kita, yaitu kalimat “Bismillah”.(maaf, males cari tulisan arabnya). Yang artinya adalah “Dengan menyebut nama Allah” yang maknanya adalah, dengan selalu bergandengan, selalu memuji, selalu rangkulan(kata lagunya Gus Dur) di manapun, kapanpun, dan dalam keadaan apa saja. Tanpa titik itu kalimat itu tidak akan hidup, tanpa titik itu tidak akan bisa kita selalu bergandengan dengan Dia, karena sudah jelas, Allah membimbing cahayaNya sendiri. Namun apabila kalimat Bismillah itu dapat hidup karena titik ba’ tersebut, maka tentu saja rahman dan rahim akan senantiasa mengaliri kehidupan kita “Bismillaahirrahmaanirrahiim”.

“manusia pada hakikatnya dikatakan hidup, apabila ia memiliki titik itu di dalam dirinya”

SALAM

Penulis

Tentang danyalmim

saya berjuang untuk menjadi manusia
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

6 Balasan ke Setitik Cahaya itu Bernama “Ba” (Lanjutan)

  1. alisyahBABA berkata:

    Turut nyimak ya gan,, ilmu shufi legendaris kyk titik ba’ yg langka ini emg kajian yg tak pernah lekang oleh waktu, saya dari tahun tempo doeloe bngt sampek skrg msh

    • danyalmim berkata:

      ya kalo dibilang ilmu sufi ya bisa,, tapi ilmu ini mulai nabi Adam sampek nabi Muhammad.. sampek akhir zaman.. jadi bukan milik si “a” si “b” atau si “c”…Semoga nemu cak BABA

  2. Obee berkata:

    wah hebat…..sakti

  3. alisyahBABA berkata:

    mksh do’anya kang danyalmim

  4. Ari ardika berkata:

    Kang’tolong bagi ilmunya, gmna cara menghidupkan titik ba itu agar kita sllu mndpt rohman&rahimnya, Makasih.

  5. Jhoni berkata:

    Mantap

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s